Beberapa waktu lalu saya sempat pesan GoRide Comfort kebetulan tangan lagi cidera, jadi ga bisa nyetir motor. Dan sengaja, pesen yg comfort, ah. Biar bisa agak santuy. Di kepala saya waktu itu layanan “Comfort” identik dengan motor-motor skuter besar kayak NMAX, PCX, atau ADV. Nah, pas dateng, saya sempat bengong sebentar.
Motornya Vario 125.
Bukan karena motornya jelek. Sama sekali bukan itu. Justru motor baru yang dateng. Cuma ya itu, Comfort ya mikirnya, motor gede, dong.
Kalau melihat halaman resmi Gojek, GoRide Comfort memang dijelaskan sebagai layanan dengan pilihan motor yang ukurannya lebih besar dan dudukannya lebih lebar supaya perjalanan lebih nyaman.
Di daftar resminya, motor yang masuk kategori GoRide Comfort, ada:
- Honda PCX
- Honda ADV
- Yamaha NMAX
- Yamaha XMAX
- Yamaha Aerox
- Yamaha Lexi
- Honda Vario 150
dan beberapa model lainnya.
Nah, Vario 125 malah ga muncul di daftar tersebut.
Karena ternyata bukan cuma saya yang pernah dapat Vario 125 saat pesan GoRide Comfort. Di media sosial juga ada beberapa pengguna lain yang mengalami hal serupa. Bahkan ada netizen yang bilang Vario 125 terbaru masih bisa masuk layanan Comfort, terutama unit tahun baru. Ya tahun 2024 keatas.

Dan jujur, ini menarik.
Karena di satu sisi, saya paham kenapa banyak orang bingung. Sebab ekspektasi publik terhadap kata “Comfort” memang sudah terlanjur identik dengan motor yang dimensinya besar.
Sementara Vario 125, mau generasi terbaru sekalipun, belum masuk ke kategori dimensi besar. Dan di kepala banyak orang, motor 125cc memang masih terasa sebagai motor harian biasa.

Apalagi buat orang dengan postur tinggi seperti saya, boncengan di Vario sebenarnya masih terasa agak sempit dibanding motor-motor maxi scooter. Joknya masih terasa motor harian, belum level sofa berjalan kayak NMAX. Jadi ketika mendengar kata “Comfort”, ekspektasi saya pribadi memang masih mengarah ke motor seperti PCX atau NMAX.
Tapi di sisi lain, setelah dipikir-pikir lagi, saya juga mulai paham kenapa Vario kadang terasa masuk akal buat masuk ke kategori “Comfort” secara umum.
Motor ini lincah dikemacetan. Tarikannya halus. Tidak terlalu melelahkan buat stop and go di kota. Dan buat driver ojol, hal-hal seperti ini justru penting banget.
Dan mungkin, di situlah area abu-abunya mulai muncul.
Sebab sekarang motor matic juga makin overlap kategorinya. Vario terbaru ukurannya makin besar. Desainnya makin premium. Bahkan sekilas tampilannya mulai mendekati kelas motor di atasnya.
Akhirnya batas antara “motor harian biasa” dan “motor comfort” jadi mulai kabur.
Saya pribadi juga tidak sedang mempermasalahkan driver yang datang pakai Vario 125. Perjalanannya tetap nyaman, mo tornya juga bersih dan enak duduknya.
Cuma ya itu tadi… saya jadi sadar kalau ekspektasi pengguna terhadap label “Comfort” ternyata kadang berbeda dengan realita operasional di lapangan.
Dan pada akhirnya, kembali lagi ke Gojek sebagai yang membuat keputusan. Dan mungkin memang, masalahnya bukan Vario 125 nyaman atau tidak. Tapi karena ekspektasi publik terhadap kata ‘Comfort’ ternyata sudah terlanjur punya definisinya sendiri.



